KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melakukan studi banding ke Pemerintah Kota Kediri untuk bertukar informasi mengenai pengelolaan program kesejahteraan, keagamaan, dan sosial, Kamis (9/7/2026).
Rombongan yang berjumlah 13 orang diterima langsung oleh Kepala Bagian Kesra Kota Kediri, Yono Heryadi, di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri.
Dalam kesempatan itu, Yono mengucapkan selamat datang kepada rombongan dan menilai pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi yang positif untuk saling bertukar wawasan serta memperkaya referensi program kerja kedua pemerintah daerah.
Yono juga memaparkan berbagai strategi yang diterapkan untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program di Kota Kediri.
Menurutnya, berbagai program dapat berjalan optimal melalui kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga keagamaan.
Ia juga membagikan pengalaman terkait pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat, pembinaan mental spiritual, dan kesejahteraan sosial.
Untuk bidang kesejahteraan sosial, lanjut Yono, Bagian Kesra memiliki tugas mengelola hibah dan bantuan sosial.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan yang sebelumnya berbentuk uang kini dialihkan menjadi paket pekerjaan melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, salah satu inovasi yang menarik perhatian rombongan adalah program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3.
Program tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–5.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Cirebon, Mustofa, mengatakan Kota Kediri dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai memiliki strategi yang baik dalam membangun komunikasi dengan pondok pesantren serta mengoptimalkan potensi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat.
“Kami juga ingin mengetahui bagaimana pengelolaan kesejahteraan sosial, mengingat wilayah kami memiliki keterbatasan fiscal dan dukungan CSR jika dibandingkan dengan Kota Kediri,” tuturnya.
Mustofa menjelaskan, berbeda dengan Kota Kediri yang telah memiliki program beasiswa hingga jenjang S3, Pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini masih memfokuskan anggaran pendidikan pada jenjang S1.
Namun, tahun ini Pemkab Cirebon meluncurkan program baru yang berfokus pada pemanfaatan potensi mahasiswa asal Cirebon yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dasar mereka, khususnya penyediaan fasilitas tempat tinggal atau asrama mahasiswa di kota-kota besar,” ungkapnya.
Di sela kunjungan ke Kota Kediri, rombongan juga menyempatkan berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung penerapan program Pesantren Sehat yang telah berjalan di pondok pesantren tersebut.
Pada akhir pertemuan, rombongan studi banding menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Kediri.
Mustofa mengatakan pihaknya memperoleh banyak wawasan dan inovasi program yang dapat dijadikan bahan laporan kepada pimpinan sekaligus dipertimbangkan untuk diterapkan di Kabupaten Cirebon.
“Keberhasilan program dari Kota Kediri ini sangat potensial untuk diaplikasikan dan diterapkan di daerah kami. Semoga ini dapat menjadi sarana untuk menularkan praktik baik antar pemerintah daerah,” kata Mustofa. (uji/van)










